Makalah Filsafat Ilmu: DAMPAK MODERNISME DI LIHAT DARI PERKEMBANGAN INDONESIA TIMUR

A. Pendahuluan

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep-konsep mendasar. Kata filsafat ini diambil dari Bahasa Yunani yakni philosophia  dan philosophos yang arti harafiahnya adalah “orang yang cinta pada kebijaksanaan” atau “ilmu pengetahuan”. Kegiatan dalam filsafat adalah mencintai pengetahuan atau kebijaksanaan itu dilakukan dengan mempertanyakan sesuatu secara mendasar dan menyeluruh, sebagai upaya terus menerus mencari pengetahuan dan kebijaksanaan. Filsafat ilmu ini dapat digunakan untuk mempertanyakan secara terus menerus berbagai kebenaran agar dapat dijelaskan eksistensinya secara ilmiah. Jadi filsafat bukanlah ilmu biasa yang puas dengan fakta, melainkan terus berupaya untuk mengetahui hal-hal yang diseberang fakta. Berdasarkan sejarah filsafat ,mengajarkan tentang pemikiran-pemikiran yang esensial (menyentuh hakikat kenyataan), fundamental (menyentuh dasar kenyataan), dan radikal (menyentuh akar kenyataan).

Dalam pembahasan makalah filsafat ini dibatasi hanya menggunakan konsep pemikiran filosof modernism dan postmodersm saja. Di dalam konsep modernism ini ingin dijelaskan bagaimana perkembangan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia berhubungan dengan pemikiran-pemikiran yang dikemukakan oleh para filosofnya dengan membandingkan perkembangan dibarat sejak tahun 1550-1900. Jika dihitung perkembangan filsafat zaman modern ini terpaut waktu yang cukup panjang sekitar 900-an  tahun sejak pascamodern, pengaruh kolonialisme di Indonesia, masuknya pedagang Tiongkok dan Portugis ke wilayah nusantara, setelah Indonesia merdeka dan sampai kepada terintegrasinya wilayah nusantara bagian timur menjadi bagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan zaman modern sudah berlalu dan kini adalah era postmodern. Bagaimana dampak modernisme bagi perkembangan masyarakat Indonesia secara umum, tetapi khususnya di wilayah Indonesia Timur?

Silahkan Download Tulisan Lengkap (PDF)


Penulis: Pilipus Kopeuw, M.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *