Guru menjadi salah satu aktor kunci dalam menghitamputihkan nasib sebuah bangsa. Begitu bernilainya seorang, sehingga negeri sakura Jepang ketika tahun 1945 luluh lantak dibom atom oleh tentara sekutu mampu bangkit dari keterpurukan. Dengan gagah berani dikala itu Kaisar Hirohito mengajukan sebuah pertanyaan kepada para jenderal, berapa jumlah guru yang masih hidup?. Mengapa sang kaisar tidak menanyakan para prajurit yang telah berjuang di medan perang namun para guru yang tersisa?. Tentu sang kaisar memiliki alasan tersendiri, bahwa di tangan gurulah sebuah bangsa akan membangun peradaban dan mampu bangkit dari kehancuran. Itu artinya, kepada guru nasib sebuah bangsa digantungkan.

Menjadi guru di masa depan tentu dituntut memiliki kecakapan intelektual, berkepribadian luhur, dan daya saing yang tinggi. Sementara itu, untuk menjadi guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) saat ini selalu berkaitan dengan sertifikasi guru, maka minimal untuk menjadi guru PAK, harus menempuh jenjang pendidikan program sarjana. Program studi sarjana PAK hanya ada di Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK) negeri dan swasta (STT, STKPN, STAK, dan IAKN).

Berbagai perguruan tinggi ini telah banyak menghasilkan lulusan yang tersebar dan bekerja di berbagai instansi pemerintah dan swasta bahkan pada institusi-institusi pendidikan dari dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Pertanyaannya adalah apakah waktu para alumni dan alumnus dulu kuliah tidak dididik dalam suatu proses pendidikan program studi PAK yang unggul? Sehingga hari ini harus kita bicara tentang “mendidik calon guru PAK yang unggul?” Ini masalahnya. Kita harus membicarakan tentang mendidik calon guru PAK yang unggul di masa depan. Hal ini berkaitan dengan Program Studi atau Jurusan PAK yang unggul.

Di sini, saya mencoba membuat pertanyaan untuk dipikirkan bersama; Dimana calon guru PAK dididik? Apa tujuan program studi PAK? Kompetensi lulusan seperti apa yang akan dihasilkan? Kualitas pengajar seperti apa yang dibutuhkan untuk mengajar? Skill apa yang akan diberikan sebagai nilai plus bagi calon guru PAK? Apa keunggulan atau kekhasaan yang dimiliki program studi sebagai pembeda dengan program studi lain? Jaminan apa yang dapat diberikan sebagai bukti untuk mendidik calon guru PAK yang unggul? Metode dan strategi apa yang digunakan? Bagaimana mengkolaborasikannya? dan sebagainya. Semuanya ini mencakup sebuah harapan untuk mendidik calon guru PAK yang unggul.

Dalam kurikulum Jurusan atau Prodi PAK, tertuang disitu, tentang tujuan-tujuan Prodi PAK dan Kompetensi lulusan yang akan dihasilkan. Jika kita analisa dan menyimpulkannya, ternyata intinya adalah “mendidik calon guru PAK yang unggul.” Indikatornya jelas tertuang di dalamnya, tetapi sekian lama tidak menjadi pedoman dalam penyelenggaraan program studi PAK. Walaupun demikian, tidak ada kata terlambat sebab kita memiliki masih kesempatan untuk mendidik calon guru PAK yang unggul.

Dalam wawancara yang saya lakukan dengan beberapa pimpinan jurusan PAK di berbagai perguruan tinggi keagamaan Kristen negeri di Indonesia, terkait pengelolaan program studi PAK, kesimpulan saya adalah bahwa proses pendidikan calon guru PAK masih bersifat standar. Sebab yang selama ini dilakukan adalah kegiatan rutinitas umum, yakni: Menyusun Visi dan Misi Prodi atau Jurusan PAK; Mengelola Perkuliahan berdasarkan kurikulum; Mengelola Jadwal Perkuliahan; Membagi Mata Kuliah kepada dosen; Melaksanakan rapat rutin; Melaksanakan Perkuliahan dan memberikan tugas mandiri kepada mahasiswa; Ibadah semester dan ibadah civitas akademika; Melaksanakan Ujian (UTS dan UAS); Membagi tugas kepada dosen sebagai dosen pembina akademik; Mewajibkan mahasiswa membuat laporan ibadah setiap minggu; Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktek lapangan; Melaksanakan pembekalan pra PPL kepada mahasiswa; Memasukan nilai-nilai ke Prodi/Jurusan (ke siakad); Membimbing proposal dan skripsi; Menguji proposal dan skripsi; melaksanakan yudisium dan wisuda.

Kenyataan lain dilapangan yang ditemukan adalah: 1) program-program yang diusulkan Prodi atau Jurusan PAK dalam rapat kerja tahunan untuk pengembangan prodi/jurusan kurang mendapatkan perhatian kepada realisasinya. (2) Wacana tentang pengembangan laboratorium untuk prodi atau jurusan PAK tidak diakomodir. (3) Pimpinan di Prodi mengalami kesulitan dalam mengembangkan prodi atau jurusan karena berbagai faktor. Oleh karena itu, kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan-kegiatan standar yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya. (4) Dampak peningkatan status sekolah tinggi pada kekurangan Sumber Daya Manusia, (5) peran dan fungsi dari pusat penjamin mutu pendidikan di PTKK kurang dalam pengembangan prodi, jurusan dan dosen, (6) Konektivitas antara visi misi lembaga pada jurusan belum terlihat dalam kolaborasi serta implementasi.

Kondisi yang dijelaskan diatas menjadi catatan penting untuk melakukan perubahan. Kita masih ada harapan dan kesempatan untuk melakukan perbaikan dan perubahan itu. Ingat, bahwa Perguruan Tinggi yang maju adalah perguruan tinggi yang mampu melakukan perubahan dan peningkatan kualitas kearah yang lebih baik. Demikian juga dengan prodi atau jurusan PAK yang maju adalah prodi atau jurusan PAK yang mampu melakukan perbaikan, perubahan dan peningkatan ke arah yang lebih baik.

Proses pendidikan calon guru PAK yang unggul perlu dilakukan karena sesuai dengan program pembangunan Bangsa Indonesia yang memfokuskan pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul untuk Indonesia maju, agar memiliki daya saing di tingkat internasional. Itu berarti prodi dan Jurusan PAK perlu melakukan inovasi secara komprehensif, dalam rangka menyiapkan proses pendidikan calon guru agama Kristen yang unggul, untuk menghasilkan lulusan sarjana PAK yang benar-benar unggul dan siap kerja.

Proses pendidikan calon guru PAK yang unggul sangat sesuai dengan regulasi, yaitu: (a) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, (b) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 55 tahun 2007, tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan; (c) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi; (d) Peningkatan Status Akreditasi Institusi, Fakultas, Program Studi dan Jurusan, dan (e) Pemenuhan Kriteria dalam peningkatan dan perubahan status pendidikan tinggi, dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, dan dari Institut menjadi Universitas; (f) Kebijakan Mendiknas tentang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

Hasil-hasil penelitian mahasiswa terkait guru PAK memenuhi berbagai kepustakaan perguruan tinggi keagamaan Kristen, padahal, seharusnya hasil-hasil penelitian ini menjadi catatan-catatan emas untuk perbaikan proses pendidikan guru PAK, pada prodi atau jurusan PAK. Tetapi kenyataan, hasil-hasil penelitian hanya menjadi referensi tanpa dampak.

Memperhatikan penjelasan-penjelasan di atas, menurut saya, kita masih punya harapan untuk menghadirkan prodi atau Jurusan PAK yang unggul, yang mampu menciptakan model pendidikan untuk mendidik calon guru PAK yang unggul.  Untuk itu saya  memberikan beberapa pemikiran awal dalam melakukan perbaikan dalam proses pendidikan calon guru PAK yang unggul, seperti; Dalam menyusun Visi dan misi lembaga harus sinkron dengan visi dan misi prodi atau Jurusan PAK; Prodi atau Jurusan PAK harus menyusun program-program unggulannya; Para Dosen harus bertanggung jawab untuk menghasilkan lulusannya yang unggul; Dosen harus mengajar dengan berani dari hatinya yang tulus berdasarkan bidang keilmuannya.

Lebih lanjut, mendorong atau memotivasi dosen untuk menjadi pendidik yang profesional dibidangnya; Melakukan Evaluasi dan pengembangan kurikulum secara aktual sesuai dinamika perubahan dan tuntutan zaman; Kegiatan pendukung tambahan keterampilan mahasiswa perlu dikembangkan, misalnya, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan survei lapangan tentang cara guru PAK mengajar di SD, SMP dan SMA; mahasiswa diwajibkan mengajar di sekolah minggu untuk melatih didaktik metodiknya, dll; Mahasiswa Prodi atau Jurusan PAK wajib membaca Alkitab 1 tahun 1 kali, sehingga selama 4 tahun studi, mereka sudah membaca Alkitab sebanyak 4 kali, dan yang terakhir adalah Menjadikan Prodi atau Jurusan PAK sebagai pusat Pendidik PAK berkualitas unggul.

Tulisan ini hanyalah sebuah harapan umum kepada Institusi, dan secara khusus pada prodi atau jurusan PAK. Namun bisa menjadi sebuah pemikiran konstruktif bersama untuk menghadirkan program studi dengan program keunggulannya masing-masing.


Penulis: Pilipus M. Kopeuw, S.Th, M.Pd (Dosen Prodi S1-Pendidikan Agama Kristen, STAKPN Sentani)

Foto: https://s.id/opiniPilip

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here