Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping dharma pendidikan dan pengajaran serta dharma penelitian. Statuta STAKPN Sentani yang tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2016 mengemukakan bahwa STAKPN Sentani memiliki salah satu misi yaitu untuk menyelenggaran pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Pascasarjana STAKPN Sentani melibatkan segenap sivitas akademik: dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni serta warga gereja. Melalui pengabdian masyarakat, lembaga ini dapat hadir ditengah-tengah masyarakat sebagai wujud keterpanggilan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN). Pada hari Jumat, 13 Agustus 2021 pukul 09.00-16.00 WIT bertempat di Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Yarden Kloofkamp Kota Jayapura telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat.

Dalam sambutan Direktur PPs STAKPN Sentani Dr. Maryam Gainau berharap melalui kegiatan ini warga gereja dapat memperoleh banyak manfaat positif dari materi yang disajikan oleh narasumber agar dapat menguatan kualitas iman sebagai orang Kristen di tengah pandemi Covid-19 dan tetap produktif setelah pandemi ini berlalu. Lebih lanjut Direktur PPs menekankan bahwa lembaga STAKPN Sentani tetap memiliki tanggung jawab moral untuk membina dan memberdayakan warga gereja, karenanya pihak lembaga akan terus melakukan kerjasama dengan pihak gereja.

Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Gereja yang Adaptif Pasca Pandemi Covid-19”. Wakil Ketua I STAKPN Sentani Dr. Kresbinol Labobar sebagai narasumber pertama menekankan kepada peserta yang hadir saat itu bahwa dunia saat ini masih berada di dalam cengkraman Covid-19, namun orang yang beriman tetap merasakan hembusan rahmat Tuhan melalui pemeliharaan-Nya”. Lebih lanjut Waka I menjelaskan bahwa menjadi Gereja yang adaptif harus terus menerus bersekutu, bersaksi dan melayani Tuhan maupun sesama manusia. Karena itu adalah tugas panggilan gereja yang mesti dilakukan oleh orang beriman sepanjang kehidupannya”.

Sementara itu, narasumber kedua Dr. Frans Kafiar memesan kepada orang muda Kristen agar menjadi perintis dan pelopor di tengah pandemi ini. Karena itu, orang muda Kristen mesti menciptakan lapangan pekerjaan untuk menghidupi banyak orang dan bukan mencari pekerjaan. Lebih lanjut, narasumber ketiga Dr. Yosep Kambu menambahkan bahwa orang muda Kristen mesti menjadi agen perubahan yang mampu mendorong terjadi tranformasi ke arah yang lebih baik. Karena itu, perbaikan dan pengembangan diri harus dilakukan secara terus menerus.

Para peserta yang hadir dalam kegiatan ini aktif berdiskusi tentang materi yang disajikan oleh narasumber. Mereka berkomitmen untuk menerapkan poin-poin penting dari materi itu. Lebih lanjut, Gembala Jemaat Dr. Alfius Aninam mengucapkan terima kasih kepada pihak lembaga yang telah memilih GPdI Jemaat Yarden Kloofkamp sebagai tempat dilaksakannya kegiatan pengabdian masyarakat. Kedepan kita tetap bermitra untuk merawat kualitas persekutuan iman Kristen, harapannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here