Bertumbuh untuk Menumbuhkan

0
Tahun 2021 menjadi ramai dengan adanya pesta pemilihan kepala kampung di Kabupaten Jayapura. Tidak lepas dari itu, sosok para calon kepala kampung yang akan dipilih pun meramaikan jalanan dengan spanduk mereka, memaparkan visi dan tidak lupa senyum ramah penuh arti. Semua karakteristik, watak, kebiasaan,...

Henge’do di Tengah Pandemi Covid-19

0
Masyarakat Nusa Tenggara Timur  memiliki salam khas yang disebut “Henge’do” artinya “cium hidung”. Pada umumnya ketika bertemu dengan seseorang maka kita akan memberi salam dengan kata-kata, berjabat tangan, tersenyum atau membungkukkan badan maka lain halnya dengan tradisi yang satu ini karena orang yang bertemu...

Mendidik Calon Guru PAK yang Unggul di Masa Depan

0
Guru menjadi salah satu aktor kunci dalam menghitamputihkan nasib sebuah bangsa. Begitu bernilainya seorang, sehingga negeri sakura Jepang ketika tahun 1945 luluh lantak dibom atom oleh tentara sekutu mampu bangkit dari keterpurukan. Dengan gagah berani dikala itu Kaisar Hirohito mengajukan sebuah pertanyaan kepada para...

Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu Suku Batak

0
Dalihan Na Tolu merupakan falsafah suku Batak yang sudah dipraktikkan sejak kepemimpinan para Raja Batak dan diwariskan kepada generasi saat ini. Semenjak Raja Batak di Pusuk Buhit, kepemimpinan Raja Sorimangaraja, Sisingamangaraja I sampai XII, penjajahan Belanda, Jepang, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia hingga saat ini falsafah...

WEWECAUSA: Anak Menjadi Mas Kawin

0
Kemajemukan menjadi keniscayaan bagi bangsa Indonesia dan ciri semenjak kelahirannya. Hal ini dapat dijumpai dalam budaya setiap suku bangsa. Wewecausa menjadi salah satu contoh nyata budaya bangsa yang berasal dari masyarakat adat Isirawa. Budaya wewecausa dapat dimaknai sebagai “anak yang akan menjadi mas kawin”....