PERPADUAN METODE SOLFEGGIO DAN IMITASI

Berbicara soal bernyanyi bukan saja dengan  membunyikan melodi dan syair, namun mampu menguasai bagaimana cara menghasilkan suara atau vokal yang baik dan benar. Di bidang musik ada orang yang “buta nada” bahkan  hanya bernyanyi sumbang, sehingga tidak akan pernah  disebut  sebagai penyanyi top saat ia meninggikan  suara tengorokannya. Menjadi seorang penyanyi yang profesional ia harus mempunyai  dasar yang kuat yaitu, memiliki sikap yang baik, memiliki rasa cinta terhadap musik itu sendiri, dan memiliki keyakinan yang kuat untuk berhasil  menjadi seorang penyanyi. Karena sesungguhnya penyanyi memiliki musuh yang paling besar yaitu   sik dan mental.

Berbicara soal    sik adalah berbicara soal ketegangan sehingga  membuat penyanyi menjadi  kaku dan tidak leluasa dalam bernyanyi. Begitupun dengan  mental.  Penyanyi harus memiliki mental  yang kuat agar tidak menjadi  takut. Oleh sebab itu langkah awal menjadi  seorang penyanyi harus mampu menciptakan keyakinan dalam dirinya sendiri dan memiliki rasa cinta untuk melakukan  kegiatan  seni sehingga  mampu memberikan semangat dan sukacita dalam bernyanyi. Untuk menghasilkan suara yang indah dan merdu seorang penyanyi membutuhkan proses latihan yang cukup panjang  dan harus berjalan secara rutin.

Berdasarkan pengalaman menjadi  pelatih paduan suara dan tim musik dalam gereja, ingin mendapatkan hasil yang maksimal haruslah  memiliki prinsip dan taat pada setiap proses latihan. Proses latihan dapat menggunakan dua metode yakni metode solfegio  dan metode imitasi. Dengan metode solfegio  dan imitasi dapat meningkatkan kemapuan vokal dalam bernyanyi bagi pemula.  Kajian Agastya (2007), bahwa pada dasarnya  teknik bernyanyi bagi penyanyi solo maupun penyanyi kelompok  (paduan suara, singers, vocal group) adalah sama.

Perbedaan justru terletak  pada ekspresivitas, tugas dan tanggung jawab yang dipikulnya.Jadi  seorang penyanyi harus melatih  vokalnya dengan  rutin sehingga dapat menghasilkan vokal yang baik. Untuk menghasilkan bunyi yang indah, vokal manusia memiliki empat  elemen pokok penghasil  bunyi, yaitu: Paru-paru sebagai sumber tenaga, Larynx sebagai penggetar, Pharynx sebagai ruang pemantul,  dan Tenggorokan, rongga mulut, dan rongga hidung sebagai ruang resonator.

Pono Banoe (2003),  menulis bahwa vokal sebagai suara manusia;  suara lantang. Suara manusia  terbagi  menjadi  3 jenis yaitu suara anak, suara wanita dewasa,  suara pria dewasa.  Suara anak terbagi  menjadi  dua suara yaitu suara tinggi dan suara rendah. Suara wanita dewasa  terbagi  menjadi  tiga suara yaitu Soprano merupakan suara tinggi wanita, Mezzo Soprano merupakan suara sedang  wanita dan Alto merupakan suara rendah  wanita. Sedangkan suara pria terbagi  menjadi  tiga suara yaitu Tenor merupakan suara pri tertinggi, Barriton  merupakan suara antara   bas dan tenor  dan Bass  atau basso yang artinya suara rendah  pria.

Perlu digarisbawahi  bahwa semua suara manusia  memiliki ambitusnya masing- masing. Suara anak tinggi memiliki jangkauan  nada dari c1 sanpai f2, suara anak rendah jangkauan  nadanya  dari a sampai  d2. Soprano memiliki jangkauan  nada dari c1 sampai a2, Mezzo Sopran  jangkauan  nadanya  dari  a sampai  f2, Alto jangkauan nadanya  dari f sampai  d2, Tenor memiliki jangkauan  nada dari c sampai  a1, Bariton memiliki jangkauan nada dari A sampai  F1, dan Bass  memiliki jangkauan  nada dari  F sampai  d1. Bagi seorang pemula tentu jangkauan  nada atau ambitus  suara ini belum bisa dicapai dan untuk mencapainya membutuhkan latihan yang rutin.

Bagi seorang pemula disarankan untuk mepelajari semua gaya jenis musik, mengapa demikian? Karena dengan  mempelajari semua jenis musik akan menjadi  bekal dasar sehingga  kemudian  mampu mengenal dirinya, dan ia sendiri mengetahui jenis vokal apa yang harus ia dalami dan pelajari sesuai  dengan  karakter  suaranya. Di bawah ini penulis ingin menjelaskan bagaimna belajar bernyanyi menggunakan metode solfegio  dan metode imitasi. Pono Banoe (2003)  dalam kamus musik menjelaskan bahwa solfegio  dalam bahasa Prancis Solfege  adalah metode latihan pendengaran, berupa  cara baca absolut;  c adalah do, g adalah sol.

Pengertian ini mengingatkan saya kepada  pepatah orang tua tentang mulut dan telinga. Mengapa  Tuhan menciptakan kita dua telinga dan satu mulut? bukan dua mulut dan satu telinga? Ini memberi pesan  bahwa kita diminta untuk lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Bila pepatah ini di bawa masuk ke dalam proses latihan bernyanyi, kita dimintakan untuk banyak mendengarkan musik, sehingga dengan  melatih pendengaran, kita mampu untuk membunyikan nada yang benar,  c adalah do, g adalah sol dan sebagainya.  

Dengan demikian untuk pemula ketepatan membunyikan nada, baik nada pendek maupun panjang,  ketepatan memainkan dinamika dan kepekaan terhadap arti dan makna lagu dapat dilatih dengan  menggunakan metode ini. Proses latihan ini di lanjutkan dengan  metode imitasi yaitu dengan  meniru/  membunyikan apa yang didengar. Metode ini merupakan salah satu metode yang sering dipakai oleh guru musik atau guru privat vokal bagi pemula.  Guru menyiapkan  materi vokal kemudian mendemonstrasikan di depan kelas selanjutnya meminta siswa untuk meniru apa yang diberikan oleh guru kemudian  diperbaiki secara langsung.

Hal ini dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus sampai  sang anak mampu membunyikannya dengan  benar. Hasil pengamatan di berbagai tempat kursus dan tempat latihan vokal yang saya kunjungi banyak menggunakan metode ini. Dari hasil wawancara  saya dengan  beberapa guru / pelatih vokal, metode ini sering dipakai untuk melatih vokal. Karena dianggap, siswa/ bagi pemula cepat  untuk menerima materi namun  tidak semudah membalik  telapak tangan  dan membutuhkan proses yang panjang.  Berikut langkah-langkah bagi pemula untuk melatih vokal, sebagai berikut.

Kesatu, berdoa. Pada awal latihan penyanyi diminta untuk berdoa, meminta penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap  proses yang akan dilakukan. Seperti dalam Firman-Nya Matius 7:7a  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu” dan ayat 8a “karena setiap orang yang meminta, menerima”. Oleh sebab itu proses yang dilakukan di dasarkan padaTuhan dan dengan  keyakinan sungguh kepada-Nya, maka semua akan diberikan bahkan  ditambahkan. Kedua, buatlah  gagasan  untuk mencapai tujuan dalam latihan.Dan setiap  kali melakukan  latihan harus ada gagasan yang dicatat.  Hal ini dilakukan agar proses latihan menjadi  taratur  dan terarah. Ketiga, buatlah  diri anda senyaman mungkin dan nikmatilah latihan dari tahap ke tahap.

Keempat, olahraga. Hal kedua yang dilakukan adalah berolahraga sekitar 5 sampai 10 menit untuk meringankan otot-otot tubuh. Hal ini dilakukan untuk tidak membuat tubuh menjadi  kaku. Kelima, latihan pernafasan. Pernafasan bagaikan  bensin  pada kendaraan. Pernafasan yang tidak stabil sangat  mempengaruhi ketika saat bernyanyi. Tidak akan membunyikan nada yang panjang   atau legato, tidak juga dapat menyampaikan makna lagu dengan  baik, karena  nafas  akan terputus-putus. Oleh sebab itu setiap  penyanyi diminta untuk melatih pernafasan, baik pernafasan dada, peranafasan perut dan pernafasan diafragma.

Keenam, latihan solfeggio. Setelah melakukan  latihan pernafasan, penyanyi diminta untuk belajar kepekaan terhadap bunyi dengan  mendengarkan musik sesuai  dengan jenis suaranya  atau jenis suara yang ingin dipelajari. Mendengarkan kemudian menganalisis nada-nada agar memudahkan penyanyi dan peka terhadap bunyi sehingga dapat membunyikan nada dengan  tepat,  dan membentuk resonansi yang terang ataupun resonansi yang gelap, serta  mencapai nada tinggi dan nada rendah dengan  teknik yang benar. Bagi pemula belajar mendengar musik mulai dengan  jarak nada yang pendek sampai  jarak nada yang panjang.Ketujuh latihan imitasi. Setelah proses mendengarkan musik sudah dilakukan, mulailah untuk meniru apa yang didengar. Memang tidak dipungkiri bahwa bagi pemula membutuhkan sosok  seorang guru untuk memperbaiki vokal yang dipelajari. Namun disisi lain dengan  metode solfegio pendengaran dan imitasi akan mengajarkan kita untuk menjadi  kritikus bukan bagi orang lain, melainkan  bagi diri sendiri yaitu dengan  cara merekam setiap  proses latihan vokal dari tahap pertama sampai  terakhir.  Dengan demikian kita dapat menilai setiap  proses yang dilakukan.

Kedelapan, berlatihlah dari nada- nada yang mudah untuk dijangkau. Berusaha membunyikan notasi  dengan  benar,  jika kedapatan dalam latihan ada nada yang salah maka jangan diteruskan. Perbaikilah nada yang salah  karena  jika diabaikan akan menjadi kebiasaan membunyikan notasi  yang salah. Kemudian berlatih  nada- nada yang panjang semi legato dan legatto.  Bagi pemula tempo  yang digunakan adalah lambat. Kesembilan, semuanya dilakukan secara bertahap. Jangan pernah cepat merasa puas. Lakukan secara berulang-ulang. Meningkatkan  durasi latihan, nada-nada yang panjang, tempo  semakin dipercepat dan memainkan dinamika yang sesuai  dengan  makna lagu. Kesepuluh, Berlatihlah  dengat  taat. Hilangkan rasa bosan. Jika situasi itu ada, berusalah untuk melakukan  hal yang lain sejenak. Kesebelas, berdoa. Mengucap  syukur atas penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Perpaduan dari metode solfeggio dan metode imitasi dapat digunakan bagi pemula untuk melatih vokal. Yaitu dengan  cara tekun dan banyak  mendengar musik vokal sehingga peka terhadap bunyi dan kemudian  mulai mempraktekannya. Hal ini harus dilakukan secara bertahap dan tidak boleh  terburu-buru dan cepat  merasa puas. Terhadap  pemula, waktu latihan jangan terlalu lama agar tidak menjadi  bosan namun tetap  intens agar kualitas suara dapat dibentuk dan di awali dengan  latihan vokal dengan  jarak nada nada yang pendek sampai  sedang,  dan barulah  ke jarak nada yang panjang.  Kemudian ketika sudah mulai jenuh, berhentilah sejenak. Kemudian menyegarkan otak dengan  melakukan hal yang lain. Jangan dipaksakan. Karena sesungguhnya belajar musik vokal adalah belajar dengan  pikiran dan hati yang damai. Sebab instrumen musik vokal ada dalam diri kita.


Penulis: Cosye Meilina Sahureka, S.MG., M.Th (Dosen Prodi S1-Musik Gereja,  STAKPN Sentani)

Sumber  Gambar: https://universodoppler.  les.wordpress.com/2013/05/130516151256-large.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *