
Kuliah Umum IAIN Papua: Ketua STAKPN Sebut Papua ‘Laboratorium Multikultural’
04/09/2025
Undangan Pelaksanaan Pengumuman Hasil Verifikasi Berkas Bakal Calon Rektor/Ketua STAKPN Sentani
16/09/2025SENTANI — Sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, Program Pascasarjana STAKPN Sentani kembali menyelenggarakan Pembukaan Kuliah Semester Ganjil TA 2025/2026. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 09 September 2025, pukul 09.00 sampai selesai. Acara diawali dengan ibadah pembukaan oleh Pdt. Edo Siringgoringgo yang menekankan pentingnya berbuah dalam kehidupan iman, khususnya dalam peran sebagai pimpinan, dosen, dan mahasiswa Pascasarjana.
Pembukaan kuliah secara resmi dibuka oleh Ketua STAKPN Sentani melalui Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga (Julianus Labobar, S.Pd,M.Pd). Dalam arahannya, beliau mengajak sivitas Pascasarjana untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi serta memperkuat kebersamaan, seiring dengan proses transformasi STAKPN Sentani menuju IAKN Papua. Disamping itu Direktur Pascasarjana (Dr. Maryam B. Gainau, S.Pd.,M.Pd, turut serta menyampaiakan beberapa pemyampaian terkait dengan proses perkuliahan yang berlangusng di semester ganjil ini.
Sebagai tradisi akademik, kegiatan dilanjutkan dengan marwah akademik dalam wujud “Dialog Akademik” bersama sejumlah narasumber dihadapan para mahasiswa dan undangan yang menghadiri dialog akademik tersebut. Hadza Min Fadhli Robby, S.P.P., M.Sc. (Dosen UII Yogyakarta) menyampaikan materi “Demokratisasi dan Kebebasan Beragama di Indonesia”, yang mengulas tantangan intoleransi dalam kehidupan beragama yang hingga saat ini masih bertumbuh subur dengan berbagai bentuk gerakan intorelansi atas nama agama.
Dr. Pilpus Maurits Kopeuw, S.Th., M.Pd. (STAKPN Sentani) membahas “Bahaya Ritualitas Kristen dalam Perspektif PAK: Dari Seremoni ke Transformasi”, menekankan perlunya gereja berfokus pada transformasi iman, bukan sekadar seremoni. Jika gereja masih tinggal dalam praktek-praktek seremoni semata, maka gereja belum memenuhi tugasnya, panggilannya dan misinya dari Yesus Kristus, yang adalah Kepala atas Gereja-Nya dan yang telah membawa tranformasi dalam kehidupan bergereja di dunia. Itu artinya, gereja sedang kehilangan hakekatnya sebagai gereja Tuhan di dunia.
Selanjutnya, Dr. Evelien Fitri Ugadje, S.Th., M.Pd. (Ketua Jurusan PKAUD) mengangkat tema “Gambaran Yesus dalam Budaya Papua” melalui pendekatan teologi kontekstual, dengan metafora Yesus sebagai “Pohon Sagu Sejati” yang menjadi sumber kehidupan. Demikian Yesus adalah ‘Pohon Sagu Sejati atau sumber kehidupan sejati yang sesungguhnya” yang telah dari mulanya dan untuk selama-lamanya menjadi sumber kehidupan sejati yang menghidupkan itu.
Penutup dialog dibawakan oleh Dr. Kresbinol Labobar, S.Th., M.Si. (Wakil Direktur Pascasarjana) yang mendiseminasikan buku barunya berjudul PAPEDA (Papua Penuh Damai). Buku ini menawarkan tiga pendekatan—Injil, Budaya, dan Model DAMAI sebagai strategi mewujudkan Papua Penuh Damai atau yang disingkat dengan sebutan (PAPEDA). Model DAMAI terdiri atas lima pilar: 1). Dialog (Komunikasi lintas batas dalam damai); 2). Afirmasi (Pengakuan dan Penghormatan terhadap keberagaman sebagai wujud kehidupan yang damai); 3). Moderasi (Menolak kekerasan dan menjunjung sikap cinta, kasih dan toleransi dalam rangka melestarikan damai di masyarakat ); 4). Akomodasi (Menggunakan dan memanfaatkan atribut-atribut kearifan lokal sebagai jembatan membangun kesadaran akan cinta damai di masyarakat; 5). Inklusi (Mewujudkan kesadaran dan kekuatan untuk hidup berdampingan bersama dalam persaudaraan sebagai wujud kedamaian dengan sesama).
#Penulis: Robyn.B.P, #Design: Robyn.B.P, #Editorial: Gusti. N.P.







