
Undangan Pembinaan ASN dan Sosialisasi Pengaduan Masyarakat,Whistleblowing System dan SP4N-LAPOR!
24/09/2026
STAKPN Sentani Teguhkan Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM
25/09/2026


Sentani, 25 September 2026 — Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani melaksanakan Sosialisasi Layanan Pengaduan Masyarakat (DUMAS), Whistleblowing System (WBS), dan SP4N-LAPOR! sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman sivitas akademika dan masyarakat mengenai mekanisme penyampaian pengaduan, pelaporan pelanggaran, serta aspirasi terhadap penyelenggaraan layanan publik.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di lingkungan STAKPN Sentani pada Jumat, 25 September 2026, dengan mengangkat tema layanan pengaduan masyarakat yang transparan, akuntabel, dan dapat diakses oleh publik. Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen institusi dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang berorientasi pada integritas serta peningkatan kualitas layanan, Penguatan Mekanisme Pengaduan dan Pelaporan
Sosialisasi mencakup pengenalan terhadap tiga instrumen utama, yakni DUMAS, Whistleblowing System (WBS), dan SP4N-LAPOR! Ketiganya merupakan kanal yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pengaduan, informasi, aspirasi, maupun laporan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan publik.
Melalui DUMAS, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pengaduan terkait pelayanan maupun permasalahan yang membutuhkan tindak lanjut. Sementara itu, Whistleblowing System (WBS) menjadi mekanisme pelaporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran atau tindakan yang berpotensi bertentangan dengan prinsip integritas dalam penyelenggaraan organisasi.
Adapun SP4N-LAPOR! diperkenalkan sebagai salah satu kanal pengaduan pelayanan publik yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi dan pengaduan secara lebih terstruktur sehingga dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Mendorong Budaya Transparansi dan Akuntabilitas, Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan teknis mengenai kanal pengaduan, tetapi juga untuk membangun budaya transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, dan integritas di lingkungan STAKPN Sentani.
Pemahaman yang memadai mengenai mekanisme pengaduan diharapkan dapat mendorong sivitas akademika dan masyarakat untuk menggunakan kanal pelaporan secara tepat, objektif, bertanggung jawab, serta berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi institusi, keberadaan mekanisme pengaduan yang efektif memiliki arti penting sebagai instrumen evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Pengaduan masyarakat dapat menjadi sumber informasi dalam mengidentifikasi persoalan pelayanan sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan.
Dengan terselenggaranya sosialisasi tersebut, STAKPN Sentani menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam mendukung penyelenggaraan layanan yang transparan dan akuntabel. Optimalisasi kanal pengaduan diharapkan dapat membangun komunikasi yang konstruktif antara institusi dan masyarakat sekaligus mendukung proses perbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
#Penulis: Ayulita, #Design: Robyn B. P, #Dokumentasi: Hendriko. #Editorial & Redaktur: Gusti. N.P.




