
Pemberitahuan Pelaksanaan Kegiatan Dies Natalis Ke-31 Tahun 2026
12/06/2026SENTANI, 17 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani melaksanakan Yudisium Program Sarjana dan Program Pascasarjana Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (17/6/2026) di Aula STAKPN Sentani. Kegiatan ini merupakan tahapan akademik yang menandai berakhirnya proses pendidikan formal bagi mahasiswa yang telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administratif pada jenjang Sarjana maupun Pascasarjana sebelum mengikuti prosesi wisuda.
Yudisium diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, meliputi Program Magister Pendidikan Agama Kristen, Program Magister Teologi, Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Program Studi Musik Gereja, Program Studi Teologi, serta Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini (PKAUD). Kegiatan tersebut dipimpin oleh jajaran pimpinan STAKPN Sentani dan dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta yudisium.
Dalam sambutannya, Ketua STAKPN Sentani menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi keagamaan dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang memadai, tetapi juga kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah implementasi nilai-nilai ekoteologi sebagai bentuk tanggung jawab iman dalam menjaga dan merawat ciptaan Tuhan.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan hidup merupakan bagian integral dari spiritualitas Kristen yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendorong penguatan ekoteologi, sivitas akademika dan para lulusan diharapkan mampu menjadi agen transformasi yang berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan serta pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Selain menekankan pentingnya kesadaran ekologis, Ketua STAKPN Sentani juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak semata-mata diukur dari perolehan ijazah. Ia menegaskan bahwa ijazah merupakan bukti administratif atas penyelesaian studi, sedangkan esensi pendidikan terletak pada penguasaan kompetensi, integritas moral, karakter, profesionalisme, serta kemampuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam dunia kerja, pelayanan gerejawi, maupun kehidupan bermasyarakat.
“Lulusan harus mampu menunjukkan kualitas diri melalui karya, dedikasi, dan kontribusi nyata. Proses belajar tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan formal, melainkan harus terus berlanjut sebagai bagian dari pengembangan kapasitas diri sepanjang hayat,” ujarnya.
Pelaksanaan yudisium ini menjadi momentum reflektif bagi para mahasiswa atas perjalanan akademik yang telah ditempuh sekaligus menjadi titik awal untuk memasuki fase pengabdian yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, STAKPN Sentani menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, memiliki spiritualitas yang matang, berintegritas, berwawasan ekoteologis, serta mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan gereja maupun masyarakat.
Dengan terselenggaranya yudisium Tahun Akademik 2025/2026, STAKPN Sentani berharap para lulusan dapat mengaktualisasikan ilmu, nilai-nilai keimanan, dan semangat pelayanan yang telah diperoleh selama masa studi sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, gereja, dan lingkungan hidup.
#Penulis: Hendrico, #Design: Robyn.B.P, #Dokumentasi: Hendrico, #Editorial & Redaktur: Gusti. N.P.












