
Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani Tentang Penetapan Nama Mahasiswa Non Aktif Dan Nama Mahasiswa Pengganti Penerima Beasiswa KIP Kuliah On Going Semester Ganjil T.A. 2026/2027
14/09/2026
STAKPN Sentani Matangkan Persiapan Launching Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Whistleblowing System Menuju Pelayanan Transparan
16/09/2026






SENTANI, 15 September 2026 – Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani menyelenggarakan Simposium Pascasarjana dengan tema “Merajut Noken Perdamaian: Harmoni Sosial sebagai Fondasi Teologi Kristen Kontemporer, Menenun Noken Perdamaian di Tanah Papua.” Kegiatan di buka oleh Direktur Pascasarjana Dr. Fadli Marthen Sutrisno, SH., M.Si.
Kegiatan dikuti oleh 33 peserta secara daring dan luring 27 peserta.Kegiatan secara luring laksanakan di Laboratorium Komputer STAKPN Sentani menjadi salah satu lokasi pelaksanaan. Interaksi akademik dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam berdiskusi, melakukan refleksi kritis, serta mengembangkan perspektif teologis yang relevan dengan konteks sosial dan lingkungan. moderator kegiatan Dr. Kresbinol Labobar, S.Th., M.Si.
Kegiatan ini menghadirkan Pemateri dari Institut Agama Kristen Negeri Ambon yaitu Prof. Dr. Yance Zadrak Rumahuru, S.Si., MA, menyampaikan materi mengenai Peran Akademisi Kristen dalam membangun Papua yang Adil dan Harmonis. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa akademisi Kristen memiliki tanggung jawab intelektual dan sosial untuk memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pembahasan juga diarahkan pada pertanyaan mengenai Mengapa Perdamaian di Papua perlu terus dibicarakan. Dalam konteks akademik, perdamaian tidak hanya dipahami sebagai kondisi tanpa konflik, tetapi juga berkaitan dengan keadilan sosial, relasi antarmanusia, penghargaan terhadap martabat manusia, serta kemampuan masyarakat membangun kehidupan bersama secara konstruktif. Karena itu, perguruan tinggi memiliki ruang strategis untuk menghadirkan kajian dan dialog yang dapat memperkaya pemahaman mengenai perdamaian di Tanah Papua.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Aknes Sahetapy, S.Si., M.Th., dosen Pascasarjana STAKPN Sentani, yang membahas “Ekoteologi dan Krisis Iklim Global.” Materi ini memperluas perspektif peserta mengenai hubungan antara iman, lingkungan hidup, dan tanggung jawab manusia terhadap keberlanjutan ciptaan. Perspektif ekoteologi menjadi relevan dalam konteks Papua yang memiliki kekayaan ekologis sekaligus menghadapi berbagai tantangan lingkungan dalam dinamika perubahan iklim global.
Selanjutnya, Dr. Fredrik Warwer, M.Th. menyampaikan materi dengan tema “Harmoni Sosial sebagai Fondasi Teologi Kristen Kontemporer: Menenun Noken Perdamaian di Tanah Papua.” Materi tersebut mengangkat pentingnya harmoni sosial sebagai bagian dari refleksi teologi Kristen kontemporer yang kontekstual dengan realitas kehidupan masyarakat Papua.
Rangkaian materi yang disampaikan oleh para pemateri menunjukkan adanya keterkaitan antara teologi, perdamaian, lingkungan hidup, dan kehidupan sosial masyarakat. Perspektif tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa Pascasarjana untuk mengembangkan pemikiran akademik yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu membaca persoalan konkret yang terjadi dalam konteks Papua.
Melalui Simposium Pascasarjana ini, STAKPN Sentani terus mendorong penguatan tradisi akademik yang mengintegrasikan kajian teologi dengan persoalan kemanusiaan, sosial, perdamaian, dan lingkungan hidup. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa Pascasarjana sekaligus mendorong lahirnya pemikiran akademik yang berkontribusi bagi kehidupan masyarakat Papua.
Tema “Merajut Noken Perdamaian” pada akhirnya menjadi metafora akademik mengenai pentingnya proses bersama dalam membangun kehidupan yang harmonis. Sebagaimana noken yang dirajut melalui proses yang membutuhkan ketekunan dan keterhubungan setiap bagian, perdamaian juga membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, gereja, mahasiswa, dan masyarakat secara luas.
#Penulis: Estika, #Design: Hendriko, #Dokumentasi: Robyn B. P. #Editorial & Redaktur: Gusti. N.P.




