
STAKPN Sentani dan Bawaslu Kabupaten Jayapura Tandatangani MoU untuk Perkuat Pendidikan Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif
15/10/2026
HUT Dharma Wanita Persatuan ke-22 STAKPN Sentani: Bersama Mewujudkan Kebersamaan, Berkarya, dan Berdampak bagi Sesama
16/10/2026






Sentani, 16 Oktober 2026 — Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani menyelenggarakan Rapat Penyusunan Budaya Kerja pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam membangun dan memperkuat budaya kerja yang profesional, terarah, serta berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola kelembagaan.
Rapat yang berlangsung di lingkungan STAKPN Sentani tersebut menjadi wadah untuk membahas penyusunan budaya kerja sebagai landasan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab seluruh unsur organisasi. Penyusunan budaya kerja diharapkan dapat mendorong terciptanya kesamaan persepsi, penguatan koordinasi, serta peningkatan komitmen terhadap pelaksanaan tugas secara efektif, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dalam konteks penyelenggaraan pendidikan tinggi, budaya kerja memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi. Budaya kerja yang kuat tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur, tetapi juga mencerminkan integritas, profesionalisme, kolaborasi, serta orientasi pada pelayanan yang berkualitas. Oleh karena itu, penyusunan budaya kerja menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui rapat ini, STAKPN Sentani diharapkan dapat merumuskan arah budaya kerja yang selaras dengan visi, misi, dan tujuan institusi. Rumusan tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas, meningkatkan kualitas pelayanan akademik maupun administratif, serta memperkuat sinergi antarunit kerja.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya budaya kerja sebagai bagian integral dari pengembangan organisasi. Dengan adanya budaya kerja yang terstruktur dan dipahami bersama, setiap unsur kelembagaan diharapkan mampu berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Melalui penyusunan budaya kerja ini, STAKPN Sentani menegaskan pentingnya pembangunan lingkungan kerja yang mengedepankan nilai-nilai profesionalisme, integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kinerja organisasi sekaligus mendukung penguatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
#Penulis: Estika., #Design: Robyn B.P. , #Dokumentasi: Ayulita #Editorial & Redaktur: Gusti. N.P.




